Jumat, 09 November 2012

TANDA-TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN LANJUT


1. Perdarahan pervaginam
a. Batasan
Perdarahan antepartum/ perdarahan pada kehamilan lanjut adalah perdarahan pada trimester dalam kehamilan sampai bayi dilahirkan. Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan kadang-kadang tapi tidak selalu, disertai dengan rasa nyeri.
b. Jenis perdarahan antepartum
1. Plasenta Previa
Adalah plasenta yang berimplantasi rendah sehingga menutupi sebagian/seluruh ostium uteri internum (implantasi plasenta yang normal adalah pada pesan depan, dinding rahim/ di daerah fundus uteri).
a. Gejala-gejala
1. Gejala yang terpenting adalah perdarahan tanpa nyeri, bisa terjadi secara tiba-tiba dan kapan saja
2. Bagian terendah anak sangat tinggi karena plasenta terletak pada bagian bawah rahim sehingga bagian terendah tidak dapat mendekati pintu atas panggul.
3. Pada plasenta previa, ukuran panjang rahim berkurang maka pada plasenta previa lebih sering disertai kelainan letak.
b. Deteksi dini
1. Pengumpulan data
a. Tanyakan pada ibu tentang karakteristik perdarahannya, kapan mulai, seberapa banyak, apa warnanya, adakah gumpalan dan lain-lain.
b. Anamnesis perdarahan tanpa keluhan, perdarahan berulang.
2. Pemeriksaan fisik
a. Periksa TD, suhu, nadi dan DJJ.
b. Jangan melakukan pemeriksaan dalam dan pemasangan tampon, karena hanya akan menimbulkan perdarahan yang berbahaya dan menambah kemungkinan infeksi.
c. Lakukan pemeriksaan luar (ekternal), rasakan apakah perut bagian bawah lembut pada perabaan.
d. Pemeriksaan Inspekulo dilakukan secara hati-hati, dapat menentukan sumber perdarahan berasal dari canalis servikalis atau sumber lain seprti varices yang pecah, dan kelainan serviks (polip, erosi Ca)
3. Pemeriksaan USG
a. Diagnosis plasenta previa dapat ditegakkan dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Penggunaan USG transabdominal memiliki ketepatan diagnosis mencapai 95-98%.
b. Pemeriksaan USG dapat menentukan implantasi plasenta dan jarak tepi plasenta terhadap ostium.
4. Pemeriksaan dalam di meja operasi
a. Jika USG tidak tersedia dan usia kehamilan 37 minggu, diagnosis dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan dalam di meja operasi dengan cara lakukan pembedahan plasenta secara langsung mulai pembukaaan serviks.
b. Jika masih terdapat keraguan diagnosis, lakukan pemeriksaan digital dan hati-hati.

2. Solutio Plasenta (Abruptio plasenta)
Adalah lepasnya plasenta sebelum waktunya. Secara normal plasenta terlepas setelah anak lahir.
a. Tanda dan gejala
1. Darah dari tempat pelepasan keluar dari serviks dan terjadilah perdarahan keluar atau perdarahan tampak.
2. Kadang-kadang darah tidak keluar, terkumpul di belakang plasenta (perdarahan tersembunyi/ perdarahan ke dalam).
3. Solutio plasenta dengan perdarahan tersembunyi menimbulkan tanda yang lebih khas (rahim keras seperti papan) karena seluruh perdarahan tertahan di dalam. Umumnya berbahaya karena jumlah perdarahan yang keluar tidak sesuai dengan beratnya syok.
4. Perdarahan disertai nyeri juga diluar his karena isi rahim.
5. Nyeri abdomen pada saat dipegang.
6. Palpasi sulit dilakukan
7. Fundus uteri makain lama makin naik.
8. Bunyi jantung biasanya tidak ada.
b. Deteksi Dini
Pengumpulan data
1. Tanyakan pada ibu tentang karakteristik perdarahannya, kapan mulai, seberapa banyak, apa warnanya, adakah gumpalan dan lain-lain.
2. Tanyakan pada ibu apakah ia merasakan nyeri/ sakit ketika mengalami perdarahan tersebut.
3. Gangguan Pembekuan darah
Koagulopati dapat menjadi penyebab dan akibat perdarahan yang hebat.
Catatan : Pada banyak kasus kehilangan darah yang akut, perkembangan dapat dicegah jika volume darah dipulihkan segera dengan pemberian cairan infuse (NaCl atau Ringer Laktat).
Deteksi dini
Pengumpulan data
Gambaran klinisnya bervariasi mulai dari perdarahan hebat, dengan atau tanpa komplikasi thrombosis,sampai keadaan klinis yang stabil yang hanya terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar